Melihat Sakralnya Ritual Mesaji Geding Kedaton Sukadana di Lombok Timur

  • Selasa, 10 November 2020 - 07:06:17 WIB
  • SAFARI ASHARI, S.Kom
Melihat Sakralnya Ritual Mesaji Geding Kedaton Sukadana di Lombok Timur

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Masyarakat Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Lombok Timur melaksanakan ritualMesaji. Ritual Mesaji dilaksanakan di Bale Beleq atau Geding Kedaton Sukadana, Kamis (29/10/2020).

Ritual ini diawali dengan membuat minyak murni dari kelapa dan pembacaan lontar kitab kitab kuno. Kemudian penyembelihan hewan seperti ayam atau kambing. Ada 251 ayam dan 1 ekor kambing disembelih dalam ritual kali ini. Semuanya dari warga dan diproses di lingkungan Bale Beleq.

Berikutnya, penyucian benda - benda pusaka seperti keris, pedang, tombak, kentungan dan gong yang tersimpan dalam Bale Beleq atau Geding Kedaton, diiringi musik tradisional sasak.

Tak hanya benda pusaka milik kedaton yang dicuci, warga pun berdatangan membawa benda pusaka masing-masing untuk dicuci di ritual Mesaji.

Setelah selesai penyucian benda - benda pusaka ini, baru dilanjutkan dengan zikir dan doa yang dipimpin tokoh agama setempat.

Uniknya, bekas air yang digunakan untuk mencuci benda benda pusaka itu dimanfaatkan warga untuk membasuh wajah, bahkan air dan minyaknya dipercaya sebagai obat. Warga pun banyak yang datang hanya untuk meminta air atau minyak untuk dibawa pulang.

Ritual sakral ini hanya dilaksanakan pada hari Senin atau Kamis setelah tanggal 12 Rabiul Awal atau bertepatan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Ritual ini hanya dilaksanakan dua hari itu, Senin atau Kamis. Sekarang kebetulan hari Kamis bertepatan dengan tanggal 12, ya kami laksanakan hari ini," ujar Lalu Jupri, Trah Kedaton Sukadana.

Tradisi Mesaji menurut tokoh adat Sukadana Lalu Satraji, dilaksanakan secara turun temurun dan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad. Ia berharap tradisi ini semakin memperkokoh nilai persatuan di tengah masyarakat.

"Tardisi seperti ini, upaya untuk menghormati pendahulu, leluhur kita. Kaitannya dalam kontek kebangsaan, sesungguhnya Budaya itu mengikat rasa kebangsaan itu sendiri," ungkap Kabinda NTB, Wahyudi A yang hadir dalam ritual ini.

Ritual Mesaji selalu ramai diikuti warga. Namun karena dilaksanakan di tengah kondisi COVID-19, petugas membatasi jumlah warga yang datang dan pelaksanaanya harus mematuhi Protokol kesehatan.

  • Selasa, 10 November 2020 - 07:06:17 WIB
  • SAFARI ASHARI, S.Kom

Berita Terkait Lainnya

Tidak ada artikel terkait